tanah yang disapu hujan…

Lama, baru terasakan bau tanah yang tersiram hujan sampai ke hidung saya. Namun tak perlu lama, perasaan tenang hadir di pikiran dan tubuh saya yang belum pulih benar dari sakit. Tempat ini masih saja sama ketika hujan datang, Sendang Sono.

langit-dan-salib-2.jpg ranting-2.jpg

Telah lama sekali rasanya saya tidak mengunjungi tempat ziarah ini. Apalagi mencium bau tanah di pegunungan yang disapu hujan.

osaka-2.jpg st-mary.jpg lilin-pemujaan-2.jpg

Sekarang, ketika keduanya berpadu, saya hanya bisa duduk dan menikmatinya selama waktu. Daun-daun pohon yang hanya tampak samar karena tertutup air yang turun deras. Anjing hitam milik Mbah saya yang meringkuk diam-diam di pojok. Bunyi seng yang ditimpa jutaan liter air. Deru air coklat keruh di kali yang berlomba melewati alurnya.

Tidak luar biasa, tidak merdu. Tidak menyajikan harmoni. Tidak istimewa. Tidak membuat pikiran melayang ke mana-mana.

Tapi.

nday.jpg

Saya tenteram di dalam semua itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: