Saya pulang (2)

Sesudah mandi, di depan pintu kamar mandi, dengan handuk berbendera Amerika dan wangi sabun floral, kamu akan mengusir saya keluar. Dan seperti biasa, saya tertawa keras, dan mengejekmu,” Haha, nggak pingin kayak dulu?”. Saya tahu, kamu akan tertawa balik, mungkin sambil mengingat masa lalu kita, saat masih remaja dan cukup gila… Atau tertular dengan tawa saya, yang kamu anggap sebagai penyakit menular,” Tawamu itu Han, keras, menggelegar, membuatku pingin tertawa. Tawa yang menular seperti virus..”

Dan tentu saja, saya tidak akan beranjak sedikit pun dari kamarmu, dan malah dengan santai mengambil DVD koleksimu. The Last King of Scotland (2006) menarik perhatian saya. Dan kamu sadar itu, sehingga kamulah yang menyingkir keluar kamar, dan bersalin entah dimana.

Di luar hari telah gelap, lampu-lampu taman berpedar di sudut. Taman yang kecil, tapi indah. Saya memandang ke luar jendela sejenak, di kaca jendela ada bayangan Forest Whitaker yang menjadi Idi Amin di film itu saat sceenplay.

Dan tak lama kamu datang, begitu saja.

Mandi gih, ujarmu.

Malas ah, akan kuracuni kamar ini, kata saya sambil tertawa. Bibirmu cemberut. Tapi matamu tidak.

Musik riang Afrika memenuhi kamar. Orang-orang hitam keunguan yang kurus berlari-lari di belakang mobil bak terbuka yang membawa seorang lelaki hitam gendut, berpakaian militer kesempitan, mata belo sebelah, selalu melambaikan tangan kanan…

Idi Amin.

Idi Amin, seorang diktator Uganda, di film ini, ia hebat, katamu. Lepas dari keanehan dan kebrutalannya, ia pada zamannya di erah 70 an akhir, adalah pemimpin karismatik dengan pribadi unik yang sanggup menyatukan Uganda. Lebih hebat lagi Whitaker, sang pemeran, tonton deh..

Aku membuat mi dulu ya.

Saya tahu kamu adalah pembuat mi terenak di dunia. Rebus dulu air, biarkan mendidih, masukkan mi, cacah, terus tiriskan jangan sampai terlalu matang, buang airnya sisakan sedikit – goreng lagi dengan telur diorak arik. Beri bawang goreng. Mi instan goreng orak arik. Lezat..

Saya lalu ingat dari mana saya pertama kali mendengan seorang Idi Amin ini. Dari seorang guru Bahasa Indonesia waktu sekolah di kampung dulu. Amin adalah presiden di dunia satu-satunya yang pernah menantang lawan politiknya bertinju satu lawan satu. Seorang presiden menantang bertinju di atas ring? Hanya Idi Amin!

Tak heran Amin tokoh yang kontroversial, sebab dalam film itu, jika di satu sisi kepiawaiannya sering memukau wartawan luar negeri, di lain sisi terlihat Amin secara spontan berjoget ala kaum proletar, di antara rakyatnya di jalanan. Presiden berjoget di jalanan? Hanya Idi Amin! Perut gendut bergoyang, dengan langkah kaki enerjik khas tarian Afrika. Lugas.

Mungkin karena lugasnya itulah, ia juga bisa dengan tertawa-tawa membantai 300.000 ribu rakyatnya semasa berkuasa. Melenyapkan banyak wartawan asing, menghabisi lawan politik.

Kamu datang membawa mi.

Pembicaraan kita terus berlanjut, dengan film tentang Idi Amin yang juga terus berlanjut. Malam makin merayap naik seiring jarum jam yang bergerak menuju angka 9..

Saya sudah pulang.

3 thoughts on “Saya pulang (2)

  1. lamanday says:

    Hallo…

    Beberapa menanggapi tulisan yang belum selesai ini (sayang, tidak bisa ditayangkan, disensor sama pemilik Yankee..🙂 )

    Tapi, jangan lupa, dunia fiksi berbeda dengan dunia nyata. Tulisan sastra juga tidak sama dengan tulisan reportase. Jangan terlalu serius, dan jangan mau ditipu mentah2 sama penulis sehingga melakukan penilaian (sepihak)…

    hehe…

  2. hanz pr says:

    bung…
    pa kabar
    saya tak bermaksud menilai
    cuma mau bilang: ehem…ehem…
    yah, itu saja tesis saya
    hehe

  3. adiwena says:

    wah, ini fiksi toh? saya pikir catatan dari buku harian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: