Rumah

“rumah kita tak luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain di dalamnya
untuk kau, aku, dan si kecil: cukuplah”

sudah lama sekali sejak saya membaca penggalan bait puisi itu
enam tahun yang lalu barangkali
di tumpukan buku tua, atau di laci meja, saya lupa
di gedung puspustakaan kampus
saat bunga saga berguguran lama
dan angin mulai bertiup agak kencang
saya juga tidak pernah ingat siapa penyairnya
dan apakah syair itu memang begitu adanya

ah, rumah
taman kecilnya meredakan lelah

———————————————-

rumah-kecilku.jpg  rumah-kecil-2.jpg

@sobat: rumah di Harrant, yang saya datangi, bakal seperti itukah rumah yang kau buatkan bagi dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: