Pasar Terapung Barito

Di subuh di Barito, di Pasar Terapung, di Minggu 9 Maret 2008. Saya ingat petikan tulisan Niels Mulder:

“Apakah yang menarik diriku ke sini atau yang membuatku meninggalkan tempat asalku? Apakah ini hanya perjalanan yang tak pernah berakhir yang mendorongku ke horizon yang tak pernah berakhir? Kemanapun aku berjalan aku hanya bertemu dengan diriku sendiri. Kota hanyalah menegaskan kesendirianku, kujalani perburuan sunyiku untuk meraih apakah sebenarnya?”

(Niels Mulder, Doing Java an Anthropological Detective Story, 2006 – Di Jawa, Petualangan Seorang Antropolog, 2006)

Saya pikir retorika Om Mulder, tidak sepenuhnya selalu dapat diamini. Selalu ada tujuan dari terjadinya segala sesuatu.

fajar_kecil.jpg pisang_kecil.jpg dari-lanting_kecil.jpg

One thought on “Pasar Terapung Barito

  1. zen says:

    saya ndak mampir ke sini pas september lalu keluyuran di borneo. pasar terapung masih saya ingat –terutama– karena RCTI dan nenek2 pedagang itu. [nabung beli kamera, ah….]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: