Hidup manusia

Dalam hidup manusia, setan bekerja dalam koordinasi dengan Tuhan.

Ingat film Constantine (2005), saat Lucifer turun ke bumi karena hendak menjemput John Constantine (Keanu Reeves) yang bunuh diri? Ada ucapan si penguasa neraka, bahwa ada suatu waktu dimana Tuhan tidak mau campur tangan saat setan sedang bekerja, dan demikian pula sebaliknya. Di lain sisi, ada juga waktu dimana keduanya saling bekerjasama.

The Paradise Lost karya John Milton, 12 chapter, yang semi puitis, terbit pertama pada tahun 1667, berbicara bahwa kisah penciptaan sekaligus kejatuhan manusia ke dunia, adalah kerjasama yang serasi antara Tuhan dan Setan.

Saat Tuhan menciptakan alam seisinya juga manusia, Setan tergoda untuk mencobai manusia. Ia minta izin Tuhan apakah diperkenankan. Tuhan mengiyakan.

Maka terjadilah episode buah terlarang. Kedua manusia pertama diusir dari Eden. Sebagai pendosa abadi, yang mudah digoda, dan perlu selalu ditolong oleh kebaikan. Manusia lalu bekerja, menciptakan peradaban sendiri, berbuat baik dan juga berbuat jahat.

Dalam konteks seperti itu, bisakah Paskah dimaknai? Pengkhianatan Yudas yang menjual Yesus dalam koordinasi. Bahwa Tuhan kesepian di surga dan setan masih kekurangan teman di neraka sehingga didesainlah konspirasi yang melegenda selama 2000 tahun mengenai Karya Penyelamatan.

Tuhan adalah pemilik merpati yang melepas merpati jauh dari kandangnya agar kembali. Ketika merpati tidak kembali-kembali, si pemilik bingung, sehingga ia menyuruh orang untuk mencarinya.

Diutuslah pemuda Nazareth untuk menjemput manusia agar kembali melalui Pandemonium. Yudas Iskariot, salah satu karakter dalam drama penyaliban, memainkan perannya dengan sangat baik. Yesus sudah membocorkan bahwa ini semua “by design”, ia telah lama tahu bahwa salah satu dari para murid akan mengkhianatinya.

Karya keselamatan dimulai, dan belum selesai-selesai. Tapi, barangkali postulat tidak berubah: Tuhan tetap saja kesepian, dan setan masih kurang teman untuk bermain. Bisa jadi, karena manusia itu memang unik. Ia punya sedikit Tuhan, terlalu sedikit untuk ke surga. Juga punya banyak setan, tapi kurang banyak untuk ke neraka.

Maka dunia inilah yang paling tepat baginya hidup. Hell wants. Heaven won’t take. Only Earth needs him.

Sayang, hidup manusia pendek di dunia.

One thought on “Hidup manusia

  1. zen says:

    betul, bro. inilah bumi –buminya manusia, bukan surga, bukan pula neraka. tempat sebaik-baiknya bagi manusia ya di bumi ini. waktu kita terlalu pendek di bumi ini untuk dihabiskan sekadar mengikuti kata setan atau bahkan sepuluh atau lima perintah tuhan, apalagi jika perintah itu dilafadzkan para imam yang tak punya punya reputasi mampu menyatukan kata dan laku.

    seize the day a.k.a carpediem. ayo menjajal hidup dg bertopang pada kaki sendiri dan kebulatan tekad pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: