Kabut di Muara

Kabut turun tidak seharusnya. Di Muara Sungai Siduk, tempat yang tidak pernah diingat dalam, pun oleh para penglaju peraih durian dari Sukadana, yang setiap hari melintasinya saat musim buah.

Tempat yang sangat biasa. Hanya, subuh itu, kabut singgah di situ, diantara langit yang biru-laut yang biru, dan putih yang pedar. Dari kaki Gunung Palung di timur menuju Selat Karimata di barat.

Menuju laut, dilatari matahari, seorang nelayan berdiri di perahunya. Mendayung pelan-pelan untuk kemudian menebar jala. Ia sendirian di subuh berkabut tipis itu.

Siduk, 03/10/2008

[cepatlah pulang, sebelum tempat-tempat yang tak pernah habis menakjubkan, kudatangi lagi tanpamu!]

3 thoughts on “Kabut di Muara

  1. naries says:

    pasti…tunggu waktuku, aku pulang…..

  2. unai says:

    Kangendeh ma kOta Kayonku

  3. Unique says:

    jadi kangen pulang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: