Sungai salju

Rasanya aku tidak ingin berjalan di tepi sungai salju lembah gunung yang airnya mengalir pelanpelan tanpa akan berhenti sampai bertemu anakanak sungai menuju muara nun jauh di kaki samudera. Pada pagi yang hening dimana suara burung musim salju tidak senyaring musim panas yang akan selalu hanya sebentar tapi penuh gairah akan hidup yang selalu akan tampak menyenangkan karena akan punya panas yang membakar hangat yang menenteramkan. Hanya berdiri menikmati dingin memandang kejauhan pucukpucuk yang sedikit biru tapi tetap tak sebiru langit ketika musim angin tidak bertiup. Sambil merasakan betapa gemetar betapa gentar jika sungai salju ini habis kususuri tanpa pernah tanpa akan bermain pasir di pantai tanpa pernah samasama melihat pelangi tanpa pernah ada kamu kelak dalam banyak perjalananku.

[…]

2 thoughts on “Sungai salju

  1. wi2n says:

    Kata pamit yang menyedihkan kah?

  2. enno says:

    nday, capek bacanya… komanya gak ada. Fyuh! kangen deh, kemana azaaaa? dah lama gak ngrumpi yak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: