Waktu jalan, aku tidak tahu apa nasib waktu..

Ke sinikah jalan yang tak pernah ada ujung itu? Rumah-rumah apung di Nanga Pinoh, yang berderet rapi, tampak kecoklatan bercampur warna perak. Sedikit terombang-ambing karena riak kapal yang lewat.

Hari ini 25 Desember, Hari Natal. Saya mengingatnya. Rindu sekali padanya. Tapi, terasa hari akan jadi malam.

Hanya
Kelengangan tinggal tetap saja
Lebih lengang aku di kelak-kelok jalan

Aku Ini Binatang Jalang masih terbuka. Ah, rumah apung. Saya memandang lebih lama,
dan tahu bahwa ada yang tetap tidak diucapkan

Karena, saya tidak tahu, apakah jalan yang dulu tidak akan dia tempuh lagi,
selanjutnya tidak ada burung-burung asing, buah-buah pandan ganjil

Saya tutup buku itu. Pulang menembus jalan berlubang menuju Sintang.

Nanga Pinoh, 25/12/08

6 thoughts on “Waktu jalan, aku tidak tahu apa nasib waktu..

  1. nadya says:

    waduh turut berduka cita meski aku ga kenal dirimu …

  2. hyperventilated says:

    kenapa jalannya tak pernah ada ujung?

  3. lamanday says:

    [mya & nadya]:
    meng-chairil-kan suasana saja…hehe

  4. nontonbola says:

    Prajurit Jaga Malam pancen oye….

  5. riski y says:

    Narasinye tak sanggop brur, lebih indah dari lukisannye.
    Ane yang sering bolak balik herannye tak terpikir untuk sampai
    menarasikan spt itu, rumus lama, tidur menjelang berangkat n bangun
    menjelang sampai.

  6. nanga pinoh..borneo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: