Roti Jambu dan Cinta…

ALLAH DAN ROTI

Ibu: “Tahukah engkau bahwa Allah ada di sana ketika engkau mencuri roti dari dapur?”

“Ya”

“Dan Ia mengawasimu sepanjang waktu?”

“Ya”

“Kaupikir, apa yang Ia katakan kepadamu?”

“Ia berkata, ‘Tidak ada orang lain di sini, hanya kita berdua – ambillah dua’.”

(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

============

Allah yang bagaimanakah yang ditampilkan Pater Anthony de Mello SJ dalam kisah itu (dari tuturan sang anak)?

Saya ingat pengalaman masa kecil. Dulu, di sebelah rumah saya, di halaman tetangga, berdiri sebuah pohon jambu air yang berbuah lebat. Tiap kali musim, pohonnya seperti dihiasi benda-benda kecil berwarna-warni: dari hijau pupus sampai merah darah. Banyak sekali, menggantung di mana-mana. Ranum dan matang. Tentu saja, sebagai anak kecil yang nakal, pemandangan seperti itu sangat menyenangkan…

Di rumah yang empunya pohon, ada seorang nenek yang tampangnya selalu berkerut. Selalu duduk di teras rumah, seolah mengawasi semua anak kecil yang bermain di halaman dekat rumah itu. Menyeramkan boleh dibilang. Anak-kecil di sekitar takut padanya. Suatu waktu, mungkin itu sore hari, sehabis bermain di tepi sungai, saya tergoda melirik buah jambu itu karena rumahnya tampak sepi. Si nenek yang biasanya duduk di singgasananya juga tidak ada. Sepertinya semua penghuninya sedang keluar. Sementara saya sendiri mengendap-endap menuju pohon jambu itu, teman-teman menuju lapangan untuk bermain bola.

Dengan lincah saya memanjat pohon itu, dan asyik nangkring di atasnya. Satu demi satu buah yang ranum saya ambil. Ternyata, tak dinyana, si nenek tau-tau ada di bawah pohon dan melihat saya dengan tajam. Alamak!

“Turun..”

Mati saya pikir, pasti nenek bilang ke Bapak dan saya dimarahi. Sampai di bawah, nenek itu memandang mata saya. Gemetar.

“Kau kecil-kecil dah suka ngambil ya…Mana temanmu? Kenapa hanya sendiri? Cepat panggil teman-temanmu dan panjat sepuasnya sebelum anakku (si empunya rumah) datang..”

Seketika, gemetar saya hilang, lalu bergegas memanggil teman-teman.

……

Cerita de Mello, yang saya baca pertama kali sewaktu sekolah di Jogjakarta itu mengingatkan pada sosok nenek yang berpihak pada saya. Sosok yang lemah hati kepada kesalahan seorang anak kecil yang baru kenal dunia yang dilakukan dengan polos karena naluri ingin buah jambu yang ranum. Sosok yang membiarkan pohon jambunya dipanjati kami anak-anak yang nakal, sekaligus sosok yang berani mengakali agar kami gembira. Sosok yang ternyata kata teman-teman saya yang lebih tua, dulu suka memberi kue-kue ke tiap anak yang main ke rumahnya tiap Hari Natal untuk dibawa pulang. Sosok yang beberapa tahun setelah itu, saat meninggal dunia, yang melayat termasuk preman kampung yang disegani.

Allah, menurut de Mello, dari sudut pandang seorang anak kecil, ternyata lembut hati, sangat pemurah dan baik hati. Si anak juga beranggapan, bahwa Allah tahu karena roti ini milik Ibu si anak yang juga sayang pada si anak, maka tidak apa-apa mencurinya.

“Ambillah, Aku yang menyuruhmu. Ibu mu pun tahu, kalau Aku akan berbuat ini padamu..”

Bukan kah itu suatu pemakluman yang sangat lembut, sangat manusiawi?

Tapi apakah Allah benar-benar begitu? Allah seperti apa yang diajarkan agama kepada kita? Bisakah kita sebagai anak kecil sepolos itu memandang Allah, dan benarkah?

…….

[‘Ries, cinta akan memaklumi kekonyolan yang masih sepolos kanak-kanak”]

2 thoughts on “Roti Jambu dan Cinta…

  1. Anonymous says:

    hahaha … biasanya emang gitu, yang kayak gitu malah jadi membekas terus dalam memori …. (heheh omonganku ga jelas ya). btw aku pindah alamat nih …. tulisannya baru ada satu, yang kmaren ilang smua ….

  2. nadya says:

    eh eh eh … ketinggalan. itu tadi yang anonymous aku … (lupa ga ngetik name dll-nya). soriii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: