entre la montana y la playa

Di suatu sore yang berlangit biru, saya pergi ke Benicassim, desa kecil di utara Castellon. Letaknya tidak jauh, hanya 15 km dari Castellon. Bisa ditempuh 15-20 menit menggunakan bis Mediterranio.

Dan ternyata, inilah kota yang untuk beberapa saat secara personal membuat saya merasa konyol tinggal di Jakarta.

Dari dulu, selalu ada keinginan untuk tinggal di sebuah rumah, dengan pantai di halaman depan dan perbukitan hijau di halaman belakang.

Rumah yang tidak besar, tapi bertaman. Taman hijau yang cukup luas, dengan satu dua pohon peneduh berdaun lebat, beberapa kursi dan sebuah meja kecil di bawahnya. Pagarnya juga pagar tanaman merambat.

Di Benicassim, saya menemukan itu hampir di semua sudut kota. Kota yang didesain untuk tempat tinggal. Diciptakan untuk nyaman ditinggali.
Kota ini memanjang, membujur dari utara ke selatan, di sepanjang pantai Laut Mediterrania.

Ia, berada di kaki bukit kecil, tidak tinggi tapi cukup untuk membuat suasana teduh. Bukitnya di arah barat kota, dan laut di arah timur kota. Paduan yang sempurna. Bagaimana tidak?

Bayangkan, jika engkau berumah di situ, tiap pagi engkau akan menemukan cahaya matahari menembus jendela kamarmu dari lautan. Cahaya yang membangunkan mu dari sela-sela gorden. Engkau akan bangun dengan segar dan berterima kasih atas kedatangan hari yang baru.

Lalu, duduklah di terraza, hiruplah udara yang sangat segar sambil menyeruput coklat hangat atau susu manis. Sambil membaca koran pagi, atau hanya mengobrol dengan istri atau anak tercinta.

Kemudian, di sore hari, engkau tidak akan tersengat panas matahari karena engkau terlindungi oleh bukit-bukit yang memanjang. Ah, sesungguhnya kata tersengat tidak pernas pas untuk Benicassim. Tidak pernah ada udara yang terlalu panas dan atau terlalu dingin di pesisir timur Spanyol.

Ya, itulah impian saya, yang klise dan barangkali semua orang juga begitu.

Saya menyusuri Grau, di jembatan coklat dari kayu yang disusun memanjang mengikuti alur pantai. Menikmati angin yang lembut, hanya menyibak rambut, dan tidak membuat matamu terganggu dengan kelilipan terus menerus. Lalu duduk di bangku kayu, melihat orang-orang di kejauhan memancing. Saya lempar batu pipih, mencoba membuat pantulan satu dua di atas air. Kadang berhasil kadang tidak.

Malam menjelang, dan Benicassim gelap. Gelap yang dimulai pukul delapan. Lampu-lampu dinyalakan, dan saat itu saya telah berada di sebuah bar milik orang Tunisia. Bar yang kecil, tapi nyaman. Saya teringat bar milik Jeremy, di Blueberry Nights. Hangat. Bersahabat.

Segelas Amstel? Ah, tidak. Saya tidak suka bir. Saya hanya pesan segelas coklat plus susu, yang hangat.

Quiero un chocolate con leche, por pavor..caliente..

Dan, sms masuk. Suasana tiba-tiba jatuh ke dalam melankolia. Saya baca sms itu, sms yang rindu dari seorang yang jauh.

Benicassim, kota di Mediterrania, coklat hangat, malam sejuk dan sms rindu, paduan yang sempurna buat engkau merasa biru, bukan?

Cuma sesaat, sebab sebentar lagi pukul sembilan, dan karena bis terakhir menuju Castellon 10 menit lagi akan datang.

Benicassm, 08/10/09

5 thoughts on “entre la montana y la playa

  1. Hanz Pr says:

    Bung
    aku hanyut membacanya
    kisah sejuk di tengah dahaga
    haha

    salam

  2. budi says:

    haha…
    meski agak da ngerti tentang suasananya (maklum dah kurang berperasaan) benar kate hans Pr. kisah sejuk ditengah dahaga…

  3. Hanz Pr says:

    Bung Nday, numpang menyapa komentator itu. Hai Pak Budi, apakah engkau Mr Alys Budi Pour? Kalo iya, wah sombong bener ni dah sukses tadak mauk nyapa2 kamek…!

  4. lamanday says:

    haha…betul mgr, dia skrg juga punya tabungan di bukumuka..
    (walau parokinya di tengah kebun, rupanya tidak mau kalah beliau bersosialisasi..)

  5. riski y says:

    brur titip rosario dari sana same postcard kalo balik nanti ye. jgn lupa.

    btw jage kesehatan jak brur, jgn sampai sakit, uyoh jaoh benar kami kalo mok jenguk nin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: